Event

Asyik, Naik Kapal Pesiar!

Posted on Sep 05 2011

Kalau biasanya kita menghabiskan waktu berwisata di beberapa tempat yang berbeda, seperti berbelanja atau makan malam di tempat yang berbeda, kini kita dapat melakukannya di satu tempat di mana seluruh kebutuhan liburan kita tersedia. Segala kegiatan tersebut dilakukan di atas lautan lepas menggunakan kapal pesiar berkapasitas maksimal 3.000 orang. Pengalaman tersebut ditawarkan oleh SuperStar Libra dari Star Cruise yang memiliki program istimewa untuk liburan kali ini.

SuperStar Libra merupakan salah satu kapal pesiar yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Star Cruise. Selain SuperStar Libra, terdapat kapal pesiar dengan nama zodiac lainnya seperti, SuperStar Virgo dan SuperStar Aquarius. ‘’Nama zodiak kami ambil dari nama payung besar kami, Star Cruise. SuperStar Libra merupakan kapal pesiar kami yang terbesar, yang beroperasi di wilayah destinasi Asia Pasifik,’‘ jelas Sales Marketing Manager dari Star Cruise Indonesia, Elza Hanita Yudani suatu ketika.

Dalam masa liburan ini, Libra Star Cruise menawarkan program diskon yang menarik. Untuk rute tiga malam Malaysia – Thailand - Singapura. Program ini di atas disambut hangat anggota DTSG Jabodetabek. Tak pikir panjang, Lie Sun Li sang ketua, mengamini tawaran menarik Star Cruise tersebut. Setelah kontak semua anggota lainnya, akhirnya diputuskan untuk berangkat liburan.

Paket liburan ke Malaysia dan Thailand akhirnya diambil. Di Malaysia teman-teman DTSG mengunjungi Penang, Kuil Dewi Kwan Im, Kuil Sleeping Buddha, wisata kuliner seafood di tepi pantai Gurney dan shopping. Sedang di Thailand tujuan wisatanya adalah Hat Yai. Penang merupakan tujuan wisata utama dalam tur ini. Penang punya sejarah panjang. Kota berpenduduk 1,3 juta orang, dihuni sebagian besar oleh etnis Chinese Hokkian dan Kanton, ditambah sebagian kecil orang India.

Di Penang, anggota DTSG mengunjungi Kek Lok Si Temple. Di Kuil Buddha ini terdapat Dewi Kwan Im yang terbuat dari perunggu dengan tinggi 1020 kaki. Kuil ini berada di daerah Air Item, untuk mencapai puncaknya dengan berjalan kaki, terdapat banyak toko-toko yang berjualan, jadi kita lumayan tidak terlalu sadar kalau sebenarnya jalan yang ditempuh cukup jauh.

Setelah 15 menit tibalah kita di pintu masuk kuil Kek Lok Si. Untuk menuju puncak tempat Dewi Kwan Im, kita harus naik lift seharga 2RM, untuk turun juga 2RM. Tujuan selanjutnya yang berdekatan dengan Kek Lok Si Temple adalah Penang Hill.

Penang Hill merupakan stasiun kereta yang akan membawa anggota DTSG ke puncak bukit. Harga tiketnya hanya 4 RM untuk orang dewasa. Saat peak season tiket cepat habis. Setelah itu anggota DTSG kembali lagi ke China Town untuk beristarahat sejenak di Royal Hotel Penang. Sore harinya anggota DTSG berjalan kaki untuk mengelilingi Georgetown untuk melihat bangunan-bangunan kuno. Ternyata letak bangunan tersebut tidak terlalu jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki santai. Tempat yang dapat dikunjungi antara lain: St. Cathedral, Kuil Dewi Kuan Yin, St .George Church (Anglican Church), Mesjid Kapitan Keling.

Sekarang anggota DTSG di Hat Yai Thailand. Di sini lalu lalang manusia berkulit kuning langsat, sawo matang, biksu, dan gadis berjilbab di tengah aroma dupa untuk sembahyang dan ini merupakan keunikan Kota Hat Yai di Thailand Selatan. Di sudut Kota Hat Yai, patung Buddha setinggi dua puluh meter berpadu dengan tempat sembahyang -Pra Chin- di rumah penduduk diselingi rumah makan Muslim di sudut-sudut kota merupakan pemandangan unik.

Semenanjung Malaya selama ini identik dengan perpaduan tiga budaya: Melayu, Cina, dan India. Namun, nun di utara Semenanjung Malaya yang menjadi wilayah Thailand tepatnya di Kota Hat Yai, kombinasi budaya Thai-Cina dan Melayu menjadi keunikan daerah tersebut. Terapit di antara empat provinsi berpenduduk Melayu, Satin, Yala, Naratiwat, dan Pattani, Hat Yai menjadi pusat bisnis Provinsi Songkla sekaligus pintu gerbang Thailand di selatan. Kota ini terletak 60 kilometer dari perbatasan Thailand di Sadao dengan Bukit Kayu Hitam di negara bagian Kedah, Malaysia.

Tidak ada nuansa perang atau ancaman terorisme selepas aksi penumpasan gerakan separatis di tiga provinsi : Yala, Naratiwat, dan Pattani, selama bulan April-Mei 2004 silam. Bahkan, di pintu perbatasan Sadao, Thailand, dan Bukit Kayu Hitam, Malaysia, Pemerintah Thailand memasang spanduk besar bertuliskan “All Visitor Are Welcome to Thailand. There Is No Restriction Or Curfew in Songkla.”

Pemerintah Thailand memang sangat menjaga image kedamaian negerinya demikianlah tampak dari siaran televisi setempat yang minim siaran kriminal ala televisi Indonesia. Menjaga citra aman dan damai memang sangat penting demi menjaring wisatawan sekaligus menjaga martabat bangsa di mata dunia internasional.

Seperti wilayah Thailand sekitar Bangkok, kawasan utara di Chiang Mai dan Chiang Rai, Provinsi Songkla pun sangat mengandalkan pariwisata sebagai salah satu roda penggerak ekonomi mereka. Suasana tenang, bersih, keramahan masyarakat dan perpaduan budaya memang menjadi daya tarik Hat Yai.

Bagi wisatawan pemula tidak sulit menjangkau Hat Yai karena dapat dijangkau dengan perjalanan darat sekitar tiga setengah jam dari Penang yang berseberangan dengan Medan, Sumatera Utara. Ongkosnya pun murah, yakni berkisar Rp 75.000 per penumpang minibus yang memiliki pendingin ruangan.

Berpetualang di Hat Yai merupakan rangkaian kegiatan sepanjang hari, wisata makanan eksotis, berbelanja barang produk mutakhir namun murah meriah, mengenal budaya dan nuansa Buddhis Thailand, serta terakhir tentu saja hiburan malam yang terkenal meriah dari pentas waria hingga tarian erotis tersedia di sudut-sudut kota.

Asyik!

 

Promotional

Penawaran Spesial Dari Mandiri Kartu Kredit

Anda pemegang Mandiri Kartu Kredit? Jika ya, Dunlop punya penawaran khusus buat Anda. Nikmati diskon 35% untuk setiap pembelian… More >>

FAQ

Apa manfaat <em>spooring</em>

Spooring dilakukan dengan tujuan agar ban tidak mengalami keausan tidak merata atau aus pada satu sisi saja serta untuk… More >>

Tips & Article

Nissan GT-R : Menakutkan

Nissan GT-R sangat menakutkan di semua lininya. Baik mesin, interior, eksterior maupun kaki-kakinya. More >>