Event

Hong Kong, I’m Coming!

Posted on Sep 05 2011

Sebanyak 23 orang peserta dari DTSG Jabodetabek mengikuti tur selama empat hari ke Hongkong. Dikomandoi Lolo (ketua DTSG Jawa Barat), rombongan meninggalkan Jakarta menuju Hong Kong menggunakan pesawat China Airlines. Lebih kurang 7 jam mengudara, tepatnya pukul 12.10 waktu setempat, pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan mulus.

“Senang rasanya tiba di Hong Kong dengan selamat. Liburan kali ini memang sangatmenyenangkan. Karena tujuan tur-nya ke tempat yang paling ramai dikunjungi,” kata Lolo. Rasa senang juga tampak di wajah para peserta tur 2011 ini. Mereka senang melihat kota Hong Kong yang begitu bersih, rapih dan tertata layaknya kota-kota besar di negara maju.”Saya senang berada di Hongkong ini. Kotanya indah, tertib dan teratur. Selain itu, saya paling senang adalah banyak tempat kulinernya,” kata salah satu anggota DTSG yang tidak mau disebutkan namanya karena takut populer seperti artis.

Hari pertama langsung mengunjungi Victoria Peak. The Peak adalah salah satu objek wisata yang paling populer di Hong Kong dengan 6 juta orang mengunjunginya tiap tahun. Lokasinya berada di sebuah gunung di Hong Kong bagian barat daya dengan ketinggian 552 meter, tertinggi di Pulau Hong Kong.

Hal yang menarik turis ke The Peak adalah pemandangannya yang indah mencakup Pulau Hong Kong dan Semenanjung Kowloon. Lokasi ini juga merupakan tempat tinggal elit. Victoria Peak bisa dicapai lewat jalan biasa dan Peak Tram, sebuah kereta funikular. Apabila menggunakan tram, penumpang bisa melihat pemandangan Pulau Hong Kong di satu sisi sedangkan jika menggunakan jalan, bisa melihat seluruh bagian dari Hong Kong.

Puas mengunjungi Victoria Peak, mereka diajak melihat Golden Bauhinia Square. Disini mereka bisa melihat patung bunga Bauhinia Blakeana berwarna emas. Wisata ini berada di area terbuka yangterletak di luar Hong Kong Convention and Exhibition Centre. Lapangan ini menjadi terkenal karena dijadikan tempat upacara penyerahan Hong Kong dari pemerintah Inggris kepada pemerintah RRC pada bulan Juli 1997.

Wisata hari pertama disudahi dengan menyantap makan malam dan dilanjutkan ke hotel Rosadale Hongkong. Di hotel bintang 5 inilah mereka bermalam untuk melepas lelah.

Hari kedua, rombongan menyambangi Jewellery Central Shop dan Herbal Shop serta ke Avenue of Stars yang merupakan museum para aktor/aktris Hong Kong di mana terdapat patung Bruce Lee, telapak tangan Jacky Chan, Jet Li serta alat-alat shooting film dan toko souvenir milik Jacky Chan.

Hari ketiga mereka diajak tur dalam kota. Sasarannya adalah Shenzhen Museum dan Silk Factory. Di kedua tempat ini rombongan bisa menyaksikan toko pusat obat-obatan tradisional dan pusat kerajinan kain sutera terkenal di Hong Kong.

Usai makan siang, rombongan digiring untuk mengunjungi Window of The World. Wisata ini sebuah taman yang dirancang menjadi jendela untuk melihat seluruh keunikan dunia. Taman ini terletak di bagian barat kota Shenzhen.

Di taman ini rombongan dapat menyaksikan sekitar 130 replika bangunan atau tempat-tempat terkenal di seantero jagad. Dari Piramida di Mesir, Safari Park di Kenya, Patung Liberty di Amerika, Angkor Wat di Kamboja, hingga Opera House di Australia. Termasuk Candi Borobudur dari Indonesia yang ada di area 13. Menara Eiffel sendiri, merupakan bangunan terbesar – 1/3 dari ukuran aslinya.

Jumat, 10 Juni 2011, hari terakhir rombongan berada di Hong Kong. Sebelum meninggalkan Hong Kong, seluruh peserta wanita menyerbu pusat-pusat perbelanjaan di kota terdekat. Dan siang harinya, sehabis makan siang, rombongan check out dengan kopor terisi penuh menuju bandara Hong Kong International untuk kembali ke Indonesia.

“Tur ke Hong Kong ini sangat menakjubkan, dengan bangunan-bangunan pencakar langit tinggi menjulang dimana sistem masyarakatnya sangat disiplin, bersih, dan jarang sekali dijumpai motor layaknya di Indonesia,” ujar Lolo menutup cerita pendeknya melalui dunia maya kepada Dunlop News.

Nah, bagi toko Dunlop lain yang mau mengikuti tur seperti ini tahun depan, syaratnya gampang. Tinggal mendaftar menjadi anggota DTSG. Dan, minimal satu tahun terdaftar menjadi anggota, baru bisa ikut tur menyenangkan ini. Dengan menjadi anggota DSTG, banyak keuntungan yang didapat. Selain mengikuti acara-acara yang diadakan Dunlop, seperti tur ini, juga mendapatkan fasilitas lebih.

Untuk tur seperti ini, akomodasi setiap anggota DTSG disubsidi sebesar 50% oleh Dunlop. Dengan demikian, setiap anggota DTSG pengeluaran biaya lebih ringan.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah keindahan alam kota Bandung kalah dari Hong Kong?

Promotional

Penawaran Spesial Dari Mandiri Kartu Kredit

Anda pemegang Mandiri Kartu Kredit? Jika ya, Dunlop punya penawaran khusus buat Anda. Nikmati diskon 35% untuk setiap pembelian… More >>

FAQ

Apa manfaat <em>spooring</em>

Spooring dilakukan dengan tujuan agar ban tidak mengalami keausan tidak merata atau aus pada satu sisi saja serta untuk… More >>

Tips & Article

Nissan GT-R : Menakutkan

Nissan GT-R sangat menakutkan di semua lininya. Baik mesin, interior, eksterior maupun kaki-kakinya. More >>