Bahaya Ban Gundul Saat Musim Hujan
Ban merupakan komponen mobil yang sangat vital. Ban harus berada dalam kondisi yang optimal demi keselamatan berkendara. Oleh karena itu, ketika ban sudah kehilangan alur dan tapaknya atau sering disebut gundul, potensi pengemudi kehilangan kendali di jalan sangat besar. Risiko kian bertambah ketika musim hujan.
Alur atau tapak ban yang juga sering disebut kembangan tersebut bukan sekadar hiasan di ban. Corak ban ternyata berguna untuk mengoptimalkan daya cengkeram ban di jalan. Berkat itu, ban mampu menghadirkan traksi yang berguna untuk akselerasi dan kendali mobil.
Ketika sudah habis atau gundul, efeknya sangat besar. Ban tidak sudah tidak mampu bekerja secara optimal dalam menghadirkan traksi. Dengan demikian, kendali kendaraan bakal berkurang. Selain itu, tidak jarang, setir kemudi terasa lebih berat.
Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Risikonya terlalu besar. Pengemudi terancam tidak mampu mengendalikan mobil dengan baik. Terlebih lagi ketika berkendara di tengah hujan.
Ketika hujan turun, air menggenangi jalanan. Dalam situasi seperti itu air akan berada di permukaan jalan. Ini menjadi “penghalang” bagi ban untuk menapak langsung ke medan jalan.
Di sinilah letak peran besar alur atau tapak ban. Keberadaannya ternyata sangat berguna untuk membuang air yang ada di permukaan jalan. Ketika ban menapak jalan, air akan disalurkan ke luar melalui alur-alur tersebut.
Hal tersebut berdampak besar bagi cengkeraman ban di jalan. Ban tetap mampu menapak dengan baik sehingga menghasilkan traksi yang optimal.
Lain halnya ketika kembangan ban sudah hilang atau gundul. Ban tidak mampu membuang air. Akibatnya aquaplaning bisa terjadi. Ini merupakan kondisi ban yang tidak terkendali karena ban tidak menapak dengan baik di permukaan jalan akibat terhalang oleh air. Ban justru bersentuhan dengan air, bukan jalanan.
Apa dampaknya? Sama seperti orang yang rawan terpeleset di jalan licin, ban mobil mengalami kondisi serupa. Karena menapak di air, ban mobil rawan tergelincir. Ini berakibat mobil lebih sulit dikendalikan. Bahkan, mobil bisa melintir ketika melalui jalanan yang basah akibat hujan.
Risiko ban tergelincir saat hujan semakin membesar sejalan dengan alur ban yang terkikis. Makin tipis ban, bertambah pula kemungkinan ban mengalami aquaplaning yang bisa membuat mobil melenceng dari jalurnya. Sebab, kemampuan ban membuang air terus berkurang ketika tapak ban juga menipis.
SEGERA GANTI BAN GUNDUL
Untuk menghindarinya disarankan untuk segera mengganti ban yang sudah dalam kondisi gundul. Bahkan, tidak perlu menunggu sampai tapaknya benar-benar habis. Perhatikan saja indikator keausan ban yang ada di setiap ban.
Di dalam setiap ban terdapat indikator kondisi ban yang disebut Tread Wear Indicator (TWI). Ini merupakan tanda segitiga kecil yang biasanya diletakkan di dinding ban dekat dengan tapak ban. Di setiap ban terdapat enam buah tanda TWI.
TWI menjadi indikator kemampuan ban dalam menapak di jalan. Ketika TWI tergerus hingga hilang, berarti sudah saatnya ban diganti. Sebab, itu menunjukkan alur ban sudah habis.
Idealnya TWI maksimal berada di kisaran 1,6 mm. Namun, sebaiknya tidak perlu menunggu sampai mencapai ukuran tersebut. Ketika TWI sudah tergerus atau mencapai 2 mm, ban disarankan untuk diganti. Hal itu supaya ban masih mampu membuang air dengan baik ketika melewati jalanan berair atau sedang hujan.
Selain itu, pastikan untuk menggunakan ban berkualitas seperti ban Dunlop. Ban bermutu dari Dunlop akan menjamin daya cengkeram di jalan selalu optimal, sehingga risiko tergelincir sangat minim.
E-Magazine Menarik
Promosi
Lihat Detail InformasiBEYOND THE DRIVE REWARDS Smart Choices Deserve Premium Experiences with DUNLOP & FALKEN (SELESAI)
Every tire purchase at DUNLOP Shop & FALKEN Shop gets you cashback up to IDR 3,000,000 and exclusive gifts!*
Lihat Detail InformasiMELAJU PENUH KEJUTAN BERSAMA DUNLOP & FALKEN PERIODE: 1 OKTOBER - 31 DESEMBER 2025 (ENDED)
MELAJU PENUH KEJUTAN BERSAMA DUNLOP & FALKEN PERIODE: 1 OKTOBER - 31 DESEMBER 2025 (ENDED)
Lihat Detail InformasiKejutan Dunlop Periode 1 Maret - 31 Mei 2025 (Ended)
Kejutan Dunlop 2025 (ENDED)
Siaran Pers
Lihat Detail InformasiDUNLOP Tingkatkan Kesejahteraan Petani melalui Program Dukungan Karet Alam Berkelanjutan
Melalui Traceability and Transparency Pilot Project (Proyek SNR), DUNLOP dan Halcyon Agri telah mendukung lebih dari 1.000 petani karet alam di Jambi — meningkatkan produktivitas, menaikkan pendapatan, dan mengurangi risiko deforestasi melalui pelatihan, bantuan pupuk, serta pendampingan langsung di lapangan.
Lihat Detail InformasiDUNLOP Perkenalkan Geomax EN92 Lewat Semangat Juang Hiu Selatan
DUNLOP Indonesia memperkenalkan ban enduro terbaru GEOMAX EN92 di ajang Hiu Selatan International Hard Enduro 8 di Cilacap. Ditunggangi Farel Huda Hanafi dari Tim JAVAMIX, GEOMAX EN92 membuktikan performanya dengan meraih podium pertama di Prologue dan Enduro Race Hiu Gold Class.
Lihat Detail InformasiAwali Roadshow Nasional di Bali, DUNLOP Resmi Luncurkan Program ‘BLUE RESPONSE FAIR’
DUNLOP Indonesia resmi meluncurkan BLUE RESPONSE FAIR, roadshow nasional untuk memperkenalkan ban terbaru DUNLOP BLUE RESPONSE TG melalui berbagai aktivitas interaktif, edukatif, promo eksklusif, dan layanan gratis di enam wilayah besar Indonesia sepanjang tahun 2026.
Blog
Lihat Detail InformasiServis Rutin Motor agar Mesin Tetap Awet
Panduan lengkap servis rutin motor, mulai dari jadwal servis berdasarkan kilometer, pengecekan oli, rem, ban, hingga CVT agar mesin tetap awet dan performa optimal.
Lihat Detail InformasiKomponen Kelistrikan Mobil yang Wajib Dicek Berkala
Kenali komponen kelistrikan mobil yang wajib diperiksa secara berkala, mulai dari aki, alternator, starter, hingga sistem pengapian untuk menjaga performa dan keamanan kendaraan.
Lihat Detail InformasiSistem Rem Mobil: Fungsi, Jenis, dan Cara Merawatnya
Kenali fungsi sistem rem mobil, jenis-jenis rem, cara kerja, komponen utama, tanda rem bermasalah, dan tips perawatan agar pengereman tetap optimal dan aman.





