Kiat Aman Melewati Turunan Dengan Mobil Automatik
Mengemudi mobil automatik membutuhkan keahlian tersendiri yang berbeda dibanding mobil bertransmisi manual. Terdapat kiat khusus yang harus dikuasai untuk melalui medan jalan tertentu. Salah satunya ketika melewati turunan.
Kondisi jalan yang menurun memang membutuhkan perhatian tersendiri. Kehati-hatian perlu lebih ditingkatkan. Bahkan, kewaspadaan semakin dibutuhkan jika turunannya sangat curam.
Namun, kenyataannya pengemudi sering mengabaikannya. Mereka cenderung lebih waspada ketika melewati jalan menanjak. Padahal, tingkat kecelakaan di turunan lebih tinggi.
Maka, untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan, penguasaan teknik melewati turunan yang aman memang diperlukan. Terlebih lagi bagi pengemudi mobil automatik yang tidak bisa mengatur transmisi dengan kopling.
Mengandalkan Rem Tidak Mencukupi
Ketika melewati turunan, mobil akan cenderung melaju lebih cepat. Selain akibat pedal gas diinjak, ada tambahan kecepatan lagi dari jalan yang menurun. Maka dari itu, laju kecepatannya perlu dikendalikan dengan baik.
Untuk melakukannya, pengemudi mobil automatik bisa menginjak pedal rem. Namun, jika kondisi turunannya sangat curam, mengandalkan rem saja tidak akan cukup.
Misalnya di turunan curam yang panjang. Rem boleh diinjak. Namun, jika dilakukan terus-menerus, maka ada risiko vapor lock atau kondisi saat rem menjadi panas sehingga minyak rem mendidih. Ketika itu terjadi, minyak rem akan menimbulkan uap air yang bisa membuat rem blong.
Hal tersebut jelas berbahaya. Oleh sebab itu, perlu ada tambahan “kekuatan” untuk mengatur laju automatik saat melewati turunan curam yang panjang.
Manfaatkan Engine Brake
Agar aman melewati jalan menurun yang curam, pengemudi mobil automatik disarankan untuk menggunakan bantuan engine brake. Hal itu akan membantu meringankan kerja rem dalam mengurangi kecepatan kendaraan.
Engine brake adalah teknik memperlambat kecepatan mobil dengan cara mengandalkan putaran mesin ketika transmisi diturunkan ke gigi yang lebih rendah. Hal ini sangat efektif dalam membantu pengereman hingga 50%.
Melakukan engine brake sebenarnya sangat mudah. Gigi transmisi tinggal diturunkan. Namun, cara itu memang lebih gampang dilakukan di mobil manual. Untuk mobil automatik, perlu penguasaan teknik khusus saat melakukannya karena tidak perpindahan gigi yang dilakukan.
Meski begitu, secara prinsip, engine brake tetap bisa dilakukan di mobil automatik. Namun, dalam pelaksanaannya berbeda dibanding mobil manual. Selain itu, pengemudi juga perlu melihat jenis transmisi automatik di mobilnya agar teknik engine brake yang diterapkan benar-benar tepat.
Perlu diingat, secara garis besar terdapat dua jenis transmisi automatik yakni transmisi AT konvensional dan CVT. Teknik engine brake di keduanya berbeda sehingga wajib dipahami.
Dalam mobil automatik bertransmisi AT konvensional, engine brake bisa dilakukan dengan menurunkan gigi dari posisi ke D ke 2. Saat dipindahkan, laju mobil pasti akan melambat. Ini akan membantu pengereman.
Namun, jika masih dirasa kurang, engine brake tambahan dapat dilanjutkan dengan memindahkan ke gigi L. Hanya saja perpindahan harus dilakukan secara bertahap dari D ke 2 baru ke L.
Selain dengan memindahkan ke gigi 2 dan L, mobil automatik konvensional dapat pula melakukan engine brake dengan memencet tombol Over Drive (OD). OD berguna memindahkan transmisi ke gigi rendah
Saat diaktifkan, OD akan memberikan perintah untuk menahan transmisi pada posisi yang lebih rendah. Dengan demikian engine brake juga berjalan. Namun, pengemudi harus mematikannya ketika ingin melaju normal kembali.
Sementara itu, teknik melakukan engine brake di mobil automatik CVT berbeda. Pengemudi bisa melakukannya dengan mengatur paddle shift.
Saat melewati jalan menurun yang curam, pengemudi bisa memindahkan gigi dengan memainkan tuas transmisi atau melalui tuas paddle shift yang terdapat di belakang kemudi. Prinsip kerjanya serupa dengan mengurangi gigi di mobil manual. Perpindahannya dilakukan ke level rendah secara bertahap.
Penting untuk diingat, memindahkan gigi harus dilakukan saat kendaraan pelan atau saat Revolutions Per Minute (RPM) berada di level rendah. Langkah ini akan lebih memastikan keamanan bagi mesin mobil.
Kombinasikan engine brake dengan menginjak rem. Maka, laju mobil automatik di turunan yang curam pasti akan bisa dikendalikan dengan baik.
E-Magazine Menarik
Promosi
Lihat Detail InformasiBEYOND THE DRIVE REWARDS Smart Choices Deserve Premium Experiences with DUNLOP & FALKEN (SELESAI)
Every tire purchase at DUNLOP Shop & FALKEN Shop gets you cashback up to IDR 3,000,000 and exclusive gifts!*
Lihat Detail InformasiMELAJU PENUH KEJUTAN BERSAMA DUNLOP & FALKEN PERIODE: 1 OKTOBER - 31 DESEMBER 2025 (ENDED)
MELAJU PENUH KEJUTAN BERSAMA DUNLOP & FALKEN PERIODE: 1 OKTOBER - 31 DESEMBER 2025 (ENDED)
Lihat Detail InformasiKejutan Dunlop Periode 1 Maret - 31 Mei 2025 (Ended)
Kejutan Dunlop 2025 (ENDED)
Siaran Pers
Lihat Detail InformasiDUNLOP Perkenalkan Geomax EN92 Lewat Semangat Juang Hiu Selatan
DUNLOP Indonesia memperkenalkan ban enduro terbaru GEOMAX EN92 di ajang Hiu Selatan International Hard Enduro 8 di Cilacap. Ditunggangi Farel Huda Hanafi dari Tim JAVAMIX, GEOMAX EN92 membuktikan performanya dengan meraih podium pertama di Prologue dan Enduro Race Hiu Gold Class.
Lihat Detail InformasiAwali Roadshow Nasional di Bali, DUNLOP Resmi Luncurkan Program ‘BLUE RESPONSE FAIR’
DUNLOP Indonesia resmi meluncurkan BLUE RESPONSE FAIR, roadshow nasional untuk memperkenalkan ban terbaru DUNLOP BLUE RESPONSE TG melalui berbagai aktivitas interaktif, edukatif, promo eksklusif, dan layanan gratis di enam wilayah besar Indonesia sepanjang tahun 2026.
Lihat Detail InformasiDUNLOP Menjalin Kemitraan dengan Goodwood Revival: Meningkatkan Brand Value melalui Event Motor Sport Bersejarah
DUNLOP resmi menjalin kemitraan dengan Goodwood Revival 2026 untuk memperkuat brand value melalui salah satu event motorsport bersejarah paling bergengsi di dunia, sekaligus menampilkan Ford GT40 legendaris yang menggunakan ban balap DUNLOP.
Blog
Lihat Detail InformasiServis Rutin Motor agar Mesin Tetap Awet
Panduan lengkap servis rutin motor, mulai dari jadwal servis berdasarkan kilometer, pengecekan oli, rem, ban, hingga CVT agar mesin tetap awet dan performa optimal.
Lihat Detail InformasiKomponen Kelistrikan Mobil yang Wajib Dicek Berkala
Kenali komponen kelistrikan mobil yang wajib diperiksa secara berkala, mulai dari aki, alternator, starter, hingga sistem pengapian untuk menjaga performa dan keamanan kendaraan.
Lihat Detail InformasiSistem Rem Mobil: Fungsi, Jenis, dan Cara Merawatnya
Kenali fungsi sistem rem mobil, jenis-jenis rem, cara kerja, komponen utama, tanda rem bermasalah, dan tips perawatan agar pengereman tetap optimal dan aman.





